10 Kasus Serangan Tawon Berujung Tewasnya Warga di Sejumlah Daerah di Indonesia, Terbaru di Kotabaru

Kasus warga tewas akibat diserang tawon terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Terbaru terjadi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Seorang pemuda warga Desa Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dilaporkan tewas di kebun sawit akibat diserang tawon.

Seorang pelajar di Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia akibat disengat tawon, Rabu (20/11/2019). Korban meninggal bernama Armi Fauzi (11) pelajar kelas VI SD Samarang. Korban diketahui diserang tawon bersama tiga temannya.

Akibatnya korban tewas dan 3 temannya mengalami luka luka. Nyawa Armi tak tertolong meskipun sempat mendapatkan perawatan medis. Saat dikonfirmasi terkait serangan tawon itu, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Garut Fikry Mizannur Yusuf mengatakan serangan tawon kepada sejumlah pelajar tersebut berasal dari tawon jenis Vespa affinis (tawon ndas).

"Info dari Kasi Tantrib Kecamatan Bayongbong Sarang Tawon tersebut jenis Vespa (affinis)," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/11/2019). Dari foto tawon yang menyerang Wawan, yang didapatkan Kompas.com dari petugas damkar Kabupaten Garut yang turut melakukan evakuasi bisa dipastikan bahwa tawon tersebut merupakan tawon jenis Vespa affinis. Hal itu terkonfirmasi dari penjelasan Peneliti Entomologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI Hari Nugraha

"Itu Vespa affinis. (Foto) yang itu confirm, Vespa affinis," ujar Hari kepada Kompas.com usai melihat foto tawon tersebut, Jumat (22/11/2019). Basnah 82 tahun di Kerinci, Jambi tewas setelah dikeroyok tawon. Selain menyerang kakek Basnah, tawon juga menyerang Amrizal 60 tahun.

Nasib Amrizal masih lebih baik dibanding Basnah. Jiwa Amrizal masih bisa diselamatnya setelah dilarikan ke rumah sakit. Saksi mata Syakirman mengatakan, serangan ini terjadi saat korban bekerja di kebun.

Saat kejadian, warga yang melihat tidak berani menolong. "Lebah yang menyerang sangat banyak, warga tidak berani mendekat," katanya. Dua orang warga Pendung, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Jambi, mendapat serangan tawon.

Akibat serangan tawon itu, seorang warga bernama Basnah (82) meninggal dunia. Dua Akibat serangan tawon itu, warga bernama Basnah (82) meninggal dunia. Seorang korban lainnya bernama Amrizal (60), hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Warga menuturkan serangan lebah tawon di Kerinci terjadi pada Selasa (26/11/2019) sekira pukul 11.30 WIB. Dua warga di Jalan Ki Ageng Tirtaya, Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, menjadi korban sengatan tawon. Diduga karena sengatan tawon, Carmin (70) meninggal dunia dan Sakwadi (67) menjalani perawatan di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Menanggapi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, melakukan evakuasi sarang tawon pada, Jumat (22/11/2019) sekira pukul 20.30 WIB. Plt Kalak BPBD Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan mengatakan, data yang berhasil dihimpun BPBD, dua korban tersebut tersengat tawon pada waktu yang berbeda. Korban yang meninggal dunia, Carmin, pada Minggu (17/11/2019), mulanya sedang mencari karpet di dekat sarang tawon.

Ia kemudian tidak sengaja menyenggol sarang tawon. Carmin pun dikerubungi tawon hingga mendapat perawatan selama dua hari. Sedangkan, korban lainnya, Sakwadi saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kardinah.

Menurut Yudi, sekira pukul 17.30 WIB, Sakwadi mencoba mengevakuasi sarang tawon sendirian. Padahal warga sekitar telah mencoba menghalangi agar tidak mengevakuasi sendiri. "Bada isya kami mendapat laporan sarang tawon tersebut. Kini sarang tawon sudah kami evakuasi," ungkapnya.

Sutarma warga Kampung Kedung Bokor, RT01/08, Desa Pantai Mekar, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, tewas disengat kawanan Tawon Vespa Affinis. Dede Mardiana (34), anak korban, mengatakan ayahnya meninggal dunia lantaran mengalami luka sengatan yang cukup parah hampir di sekujur tubuh. "Tawonnya banyak ada ratusan kali yang nyerang bapak," sambung dia.

Kejadian nahas itu pada Rabu (11/12/2019), bermula ketika ayahnya hendak pergi ke warung di belakang rumah Sakarni (60). Di rumah Sakarni ini terdapat sarang tawon. "Bapak saya enggak tahu kalau tetangga lagi sogrokin (menyodok sarang menggunakan bambu) sarang tawon. Dia waktu itu mau ke warung jalan kaki," jelas Dede.

Ayahnya, kata Dede, sempat berusaha menyelamatkan diri ketika diserang koloni Tawon Vespa Affinis. Kakek 74 tahun itu sempat menceburkan diri ke dalam bak mandi. "Pertama kata dia (korban) ada dua tawon yang nyerang, terus dia sapu pakai tangan."

"Cuma tiba tiba yang lain pada datang ikut nyerang dia," jelasnya. Setelah menceburkan diri, koloni Tawon Vespa Affinis itu pergi dan berkeliaran tidak keruan. Bahkan, lima orang warga sekitar sempat terkena sengatan tetapi tidak sampai menyebabkan luka parah.

"Habis itu dia langsung lemes, badannya pada bengkak, paling parah sebelah kirinya dari tangan sampai kaki," jelas dia. Kondisi Sutarma kian parah, badannya mulai menimbulkan bercak memerah akibat luka sengatan. Suhu tubuhnya juga kian meningkat sehingga pihak keluarga memilih membawanya ke rumah sakit.

"Sekitar jam 12 malam kita bawa ke rumah sakit di Cikarang, cuma abis itu dirujuk ke RSUD Karawang," ujarnya. Sayang, kondisi tubuh Sutarma kian memburuk. Setelah dirawat selama dua hari, nyawanya tidak bisa terselamatkan.

"Meninggal hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 sekitar jam 9 pagi, sorenya langsung dimakamin," jelasnya. Japar (51), warga Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tewas disengat tawon jenis vespa affinis. Japar disengat saat ia sedang mengairi ladang jagungnya pada Senin (18/11/2019).

Petani tersebut sempat menjalani rawat jalan setelah dibawa ke Puskesma Soko. Namun Japar meninggal pada Minggu (24/11/2019). Kasubag Humas Polres Tuban, Iptu Suganda saat dihubungi, Selasa (26/11/2019) mengatakan ada ratusan bekas sengatan tawon di rubuh Japar. Sebelum meninggal, kondisi Japar memburuk dan ia mendapat perawatan di RSUD Dr Koesma, Tuban.

Sengatan tawon juga menewaskan 2 warga Klaten yakni Warsomo (87) asal Kecamatan Wonosari dan Lanjarwati (62) asal Kecamatan Wedi. Warsomo diserang puluhan tawon pada Rabu (6/11/2019). Ia meninggal pada Rabu (12/11/2019) setelah mendapat perawatan. Saat kejadian, Warsomo tak sengaja menyenggol sarang tawon di pekarangan rumahnya saat hendak ke kamar mandi.

Sementara Lanjarwati tewas setelah dikeroyok tawon saat akan mengambil pakan ternak. Lagi lagi, Lanjar tidak sengaja menyenggol sarang tawon. Nyawa Lanjar tidak terselamatkan walaupun sempat menjalani perawatan.

"Kejadiannya itu siang hari. Sempat dibawa ke dokter. Tapi malamnya tidak tertolong dan meninggal," kata Eddy Setiawan, salah satu petugas Damkar Klaten saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/11/2019). Kasih Arsyfa Salsabilla (2,5) meninggal dunia setelah disengat tawon. Peristiwa malang tersebut terjadi di Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kamis (19/12/2019) silam.

Saat itu, Kasih bersama Galang, saudara tuanya dan Ajura, kakaknya bermain petak umpet. Beberapa teman sebaya ikut bermain bersama mereka. "Saat asik bermain, tiba tiba mereka melihat sarang tawon. Mereka lalu melemparinya dengan batu," ujar Supardi, paman korban.

Dalam waktu sekejap, tawon pun langsung menyerang mereka. Galang, Ajura dan Kasih tersengat tawon. Ketiganya sempat berlari ke rumah.

Mereka lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Raja Ahmad Thabib di Kota Tanjungpinang. "Setelah mendapat penanganan medis, nyawa Kasih tak bisa tertolong. Gigitan tawon cukup parah, hampir di sekujur tubuhnya," sebut Supardi. Muhtamar (70), warga Dusun Senet, Desa Purwosari, Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah disengat ratusan tawon.

Kapolsek Wonoboyo AKP Sutarno mengatakan, korban disengat ratusan lebah pada Senin (20/1/2020) sekitar 09.00 WIB saat berusaha menyingkirkan sarang tawon di sekitar rumahnya dengan batang kayu. "Lebah (tawon) yang ada di dalam sarang kemudian menyerang korban. Korban tidak bisa menghindar dan dia disengat lebah di sekujur tubuhnya," ungkap Sutarno, Selasa (21/1/2020). Keluarga korban dan tetangga yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha menolong dan membawanya ke Puskesmas rawat inap Ngadirejo untuk mendapat perawatan medis.

"Korban meninggal pada Senin petang, karena sengatan lebah yang mengandung racun tersebut telah masuk ke dalam tubuhnya," ujarnya. Dua petani di Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia setelah disengat lebah besar atau Odeng. Adapun korban bernama Aminah (56) dan Elah (57).

Peristiwa naas tersebut terjadi, Rabu (8/7/2020). Saat kejadian itu, diketahui ada sebanyak 12 petani yang sedang mencangkul di area persawahan dekat desa setempat. Saat sedang mencangkul itu mereka mendadak diserang ribuan lebah Odeng.

Kepala Polsek Kadipaten Polresta Tasikmalaya, AKP Erustiana mengatakan, lebah tersebut menyerang warga karena sarangnya jatuh dihempas angin. Apesnya, sarang tersebut jatuhnya persis di dekat para petani yang sedang mencangkul itu. "Kejadiannya pada Rabu kemarin sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Tak diketahui oleh para korban bahwa di dekatnya terdapat sarang lebah besar yang rusak terhempas angin," katanya kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Mendapat serangan lebah itu, belasan petani tersebut sempat berlarian untuk menyelamatkan diri. Meski sudah berusaha menghindar, namun naasnya mereka tetap tersengat. Warga lainnya yang mengetahui peristiwa itu langsung berusaha mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat.

Pasalnya, akibat serangan lebah itu korban merasakan sakit luar biasa. Namun naas, dari 12 korban yang tersengat itu 2 di antaranya tak bisa terselamatkan. Korban diduga meninggal akibat tak kuat menahan sakit dan terkena racun dari lebah tersebut.

"10 Petani lainnya sama disengat lebah dan sempat dirawat di Puskesmas, tapi masih biasa selamat," ujarnya. Ruspian (28) pemuda asal Desa Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan tewas disengat tawon, Selasa (20/10/2020) sore. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotabaru AKP Abdul Jalil mengatakan, korban ketika itu berencana mengambil madu dari sebuah sarang tawon yang berada di kebun sawit.

Menurut Jalil, korban memang bekerja di perkebunan sawit di Desa Tamiang Bakung, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru. "Saat hendak memanen sawit bersama seorang rekannya, korban melihat sarang tawon yang cukup besar dan ingin mengambil madunya. Dia sempat dilarang oleh rekannya, karena dianggap berbahaya," ujar Jalil saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2020). Setelah memanen sawit, korban dan rekannya kemudian pulang.

Mereka kemudian berencana kembali ke kebun sawit setelah mengambil perlengkapan untuk mengambil madu. Tak lama setelah mengambil perlengkapan, keduanya bergegas kembali ke sarang tawon. Namun, sebelum sampai di tujuan, rekan korban meminta turun dari motor, karena tidak berani mendekat, apalagi ikut mengambil madu. Rekan korban hanya menunggu dari kejauhan, sekitar 1 kilometer dari sarang tawon. "Rekannya atau saksi ini menunggu dari kejauhan, sementara korban mendekati sarang tawon. Jaraknya cukup jauh, sehingga saksi tidak melihat persis saat korban diserang tawon," kata Jalil.

Korban yang lama tak kembali membuat rekannya mulai cemas. Ia pun pun berusaha berteriak memanggil korban berkali kali, namun tidak ada sahutan balasan. Karena tidak berani mendekat, rekan korban memutuskan kembali menuju kampung untuk meminta tolong kepada warga dan mengecek keberadaan korban.

Beberapa warga kemudian melakukan pencarian terhadap korban dengan mengelilingi kebun sawit. "Setelah dicari cari, korban akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di kubangan air di bawah pohon sawit, tak jauh dari sarang tawon," kata Jalil. Saat ditemukan, kepala korban terbungkus plastik pupuk transparan.

Diduga, saat korban diserang dan disengat kawanan tawon, dia berusaha menutup kepalanya dengan plastik pupuk sebelum menceburkan diri ke kubangan air. Dugaan itu dikuatkan dengan beberapa luka lebam bekas sengatan tawon di tubuh korban. Selain karena sengatan tawon, Jalil mengatakan, korban bisa juga meninggal dunia karena kehabisan oksigen setelah lama berada di dalam air. "Ada 14 ekor tawon yang sudah mati ditemukan dalam pakaian korban. Selain karena sengatan tawon, kesimpulan sementara diduga korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen ketika tenggelam di kubangan air," kata Jalil.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.